nasional.kompas.com

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai aksi unjuk rasa yang terjadi sejak 25 Agustus 2025 merupakan akumulasi kemarahan masyarakat. Pemicunya beragam, mulai dari tunjangan besar anggota DPR, masalah ekonomi yang menghimpit rakyat, hingga kesalahan institusi kepolisian. JK menyoroti insiden Brimob melindas pengemudi ojek online hingga tewas sebagai pemicu menguatnya demonstrasi. Ia berharap demo segera berakhir demi pemulihan ekonomi.
Masih Seputar nasional

Transjakarta Lumpuh Total di Jakarta Imbas Demo Ricuh

Demo Ricuh di Jakarta, 7 Gerbang Tol Dibakar Massa

PGI Desak Pendemo Jaga Moral, Jangan Anarkis!

Wapres Gibran Jenguk Pengendara Ojol Korban Bentrok, Sempat Dikira Meninggal

Kwitang Mencekam: Massa Ojol Merangsek Mako Brimob, Marinir Turun Tangan

Gubernur DKI Gratiskan Transjakarta & MRT Seminggu Penuh Usai Unjuk Rasa!

DPRD Cirebon Diamuk Massa Usai Demo Ricuh, Fasilitas Rusak Parah

Fraksi PAN Dukung Evaluasi Tunjangan DPR, Respons Sorotan Publik

LPSK Turun Tangan: Lindungi Korban Demo, Soroti Kematian Tragis Ojol

Demo Ojol Anarkis: Dedi Mulyadi Ganti Rugi 10 Motor & Gaji Karyawan Restoran

Tunjangan Rp50 Juta DPR Picu Demo Besar Serentak, Korban Jiwa Berjatuhan