finance.detik.com

Aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta berlanjut setelah seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas dilindas kendaraan taktis Barracuda Brimob. Massa demo, termasuk ojol dan mahasiswa, memadati beberapa titik di Jakarta Pusat. Ekonom memperingatkan bahwa jika respons pemerintah tidak bijak, insiden ini dapat mempengaruhi citra penegakan hukum dan iklim investasi nasional, berpotensi membuat investor asing kabur dari Indonesia. Penurunan World Competitiveness Index Indonesia juga disorot sebagai indikator keraguan investor terhadap efektivitas pemerintah.
Masih Seputar ekonomi

MRT Jakarta Kembali Full Loop, Stasiun Istora Mandiri Rusak Parah Dihantam Demo

Rupiah Tembus Rp16.945, IHSG Anjlok 2,29%: Bukan Demo Biang Keroknya!

KPK Seret Pemilik Maktour & Eks Menag di Korupsi Haji Rp1 T

MRT Jakarta Kembali Normal, Layani Penuh Rute Lebak Bulus-Bundaran HI Pasca Demo Ricuh

LRT Jabodebek Dipastikan Tetap Normal Hari Ini di Tengah Demo Jakarta

Transjakarta Berangsur Pulih, 75 Rute Aktif Kembali di Tengah Demo

Pemerintah Jual Murah Pangan di 4.320 Kecamatan, Harga Beras-Telur Turun

Pemerintah Gelontorkan 43.665 Ton Beras SPHP Rp60 Ribu/5 Kg, Stabilkan Harga di 38 Provinsi

Mentan Amran Perintahkan: Beras SPHP Rusak, Langsung Tukar ke Bulog!

MRT Jakarta Hanya Layani Rute Terbatas Imbas Stasiun Istora Mandiri Dirusak Demo

Mentan Amran Curigai Penyimpangan: Harga Beras Naik Saat Stok Bulog 3,9 Juta Ton