money.kompas.com

Aksi demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025 telah meningkatkan persepsi risiko investasi di pasar keuangan Indonesia. Hal ini tercermin dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan Credit Default Swap (CDS). Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, memperingatkan potensi keluarnya dana asing dari Surat Berharga Negara (SBN) yang dapat memicu pelemahan rupiah. Meskipun demikian, sensitivitas pasar dinilai tidak sebesar periode 2013 karena kepemilikan asing di SBN sudah jauh berkurang.
Masih Seputar ekonomi

Jasa Marga Buka Kembali Tol Dalam Kota Hari Ini, Waspada Usai 7 Gerbang Dibakar

Prabowo Perintahkan TNI Amankan SDA, Kapolri Tindak Tegas Pelanggaran

Harry Dent & Robert Kiyosaki Peringatkan Crash Besar Pasar Global: Bitcoin, Nvidia Terancam!

KAI Berlakukan Berhenti Luar Biasa di Jatinegara Hingga 2025, Antisipasi Demo Jakarta

Grab Luncurkan Gercep, Sediakan Psikolog & Bantuan Hukum untuk Driver Demo

Dua Mitra Grab Tewas Tragis Saat Demo Jakarta-Makassar, 3 Luka Berat

Prabowo Beri Tugas Berat Tito Karnavian Usai Demonstrasi, Pantau Ekonomi & Kendalikan Daerah

Prabowo Perintahkan TNI & Polri Sikat Penjarah SDA, Jaga Stabilitas Ekonomi

APPBI Imbau Masyarakat Jangan Panic Buying di Tengah Demo, Stok Aman Terkendali

Promo Gila! MRT, Transjakarta, LRT Cuma Rp 1 Selama 7 Hari

TikTok Tangguhkan Live di Indonesia, UMKM Terpukul Akibat Demo Ricuh