www.suara.com

Dua maskapai penerbangan terbesar China, Air China dan China Southern Airlines, melaporkan kerugian besar pada semester pertama. Air China merugi 252 juta dolar AS, sementara China Southern Airlines mencatat kerugian 1,5 miliar yuan. Kerugian ini disebabkan oleh ketidakseimbangan pasokan dan permintaan, persaingan ketat dari jaringan kereta api berkecepatan tinggi, serta ketidakpastian geopolitik dan pemulihan lambat lalu lintas internasional premium.
Masih Seputar ekonomi

Jasa Marga Buka Kembali Tol Dalam Kota Hari Ini, Waspada Usai 7 Gerbang Dibakar

Prabowo Perintahkan TNI Amankan SDA, Kapolri Tindak Tegas Pelanggaran

Harry Dent & Robert Kiyosaki Peringatkan Crash Besar Pasar Global: Bitcoin, Nvidia Terancam!

KAI Berlakukan Berhenti Luar Biasa di Jatinegara Hingga 2025, Antisipasi Demo Jakarta

Grab Luncurkan Gercep, Sediakan Psikolog & Bantuan Hukum untuk Driver Demo

Dua Mitra Grab Tewas Tragis Saat Demo Jakarta-Makassar, 3 Luka Berat

Prabowo Beri Tugas Berat Tito Karnavian Usai Demonstrasi, Pantau Ekonomi & Kendalikan Daerah

Prabowo Perintahkan TNI & Polri Sikat Penjarah SDA, Jaga Stabilitas Ekonomi

APPBI Imbau Masyarakat Jangan Panic Buying di Tengah Demo, Stok Aman Terkendali

Promo Gila! MRT, Transjakarta, LRT Cuma Rp 1 Selama 7 Hari

TikTok Tangguhkan Live di Indonesia, UMKM Terpukul Akibat Demo Ricuh