finance.detik.com

Aksi massa besar-besaran di Jakarta memanas setelah seorang driver ojek online meninggal dunia usai ditabrak rantis Brimob. Protes ini juga menentang tunjangan fantastis anggota. Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, menyatakan kekhawatiran bahwa kericuhan yang berlarut-larut akan mengganggu jalannya usaha dan berdampak serius pada ekonomi nasional. Sejumlah tempat usaha memilih tutup, dan Pemprov DKI bahkan memberlakukan WFH bagi pekerja.
Masih Seputar ekonomi

Sarinah Tutup Paksa Pukul 16.00 WIB Imbas Demo Besar Tewasnya Pengemudi Ojol

NasDem Ahmad Sahroni Sebut Pembubar DPR 'Tolol', Kini Dimutasi

Demo Berlarut Ancam Pemulihan Ekonomi, Celios: Pemerintah Gagal Respons Tuntutan Publik

Wajib NIK KTP Beli LPG 3 Kg Mulai Tahun Depan, Subsidi Tepat Sasaran

Tragis! Ojol Affan Tewas Dilindas Rantis Brimob, Menaker Yassierli Berduka

Dicopot NasDem, Harta Rp 328 M Ahmad Sahroni 'Crazy Rich' DPR Terungkap

Ahok Bongkar Biang Kerok Kematian Driver Ojol: Pemerintah-DPR Tak Dengar Rakyat!

CELIOS Bongkar: Demo Bukan Ditumpangi, Murni Kemarahan Publik Akibat Ekonomi Gagal

Mendag Budi Santoso Tegaskan Impor Etanol Tanpa Kuota Tetap Berlaku, Petani Protes Keras

Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Rp70 Juta