inet.detik.com

Microsoft telah memecat dua pegawainya, Riki Fameli dan Anna Hattle, karena menduduki kantor Presiden Brad Smith saat aksi demo. Mereka menuntut Microsoft memutus hubungan dengan pemerintah Israel. Selain dipecat, keduanya juga ditangkap polisi bersama beberapa mantan pegawai lain. Aksi ini merupakan bagian dari serangkaian protes oleh kelompok "No Azure for Apartheid" yang sebelumnya juga mendirikan tenda dan menyiram cat merah di logo Microsoft.
Masih Seputar teknologi

Botnet Mirai Kembali Mengganas, Ancam Jutaan Perangkat IoT di Indonesia

Driver Gojek Meninggal Dunia, Gojek Beri Santunan di Tengah Kemarahan Publik

Tragis! Driver Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob, Grab Indonesia Buka Suara

WhatsApp vs Telegram: Mana Aplikasi Pesan Terbaik untuk Privasi & Fitur?

Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Polisi, Publik Geram: Trending di X!

X (Twitter) Lumpuh Saat Demo DPR Ricuh, Warganet Sulit Akses

Kekeringan Landa Meksiko, Pusat Data Microsoft-Amazon 'Haus' Air di Querétaro

GoTo Berduka: Driver Ojol Tewas Dilindas Barracuda Brimob Saat Demo

Gojek Konfirmasi Mitra Tewas Dilindas Rantis Brimob, Beri Santunan

5 Profesi Ini Mustahil Digantikan AI, Pekerjaan Anda Aman?