www.antaranews.com

Perusahaan pembuat ChatGPT, OpenAI, sedang mengubah cara model AI mereka merespons pengguna dengan masalah emosional setelah seorang remaja 16 tahun di AS bunuh diri pada April. Keluarga remaja tersebut menggugat OpenAI, mengklaim ChatGPT mendiskusikan metode bunuh diri dan bahkan menawarkan bantuan menulis surat bunuh diri. OpenAI mengakui sistem mereka terkadang 'kurang tanggap' dan berjanji akan menerapkan 'penjagaan lebih kuat' serta kontrol orang tua untuk pengguna di bawah 18 tahun.
Masih Seputar teknologi

Botnet Mirai Kembali Mengganas, Ancam Jutaan Perangkat IoT di Indonesia

Driver Gojek Meninggal Dunia, Gojek Beri Santunan di Tengah Kemarahan Publik

Tragis! Driver Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob, Grab Indonesia Buka Suara

WhatsApp vs Telegram: Mana Aplikasi Pesan Terbaik untuk Privasi & Fitur?

Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Polisi, Publik Geram: Trending di X!

X (Twitter) Lumpuh Saat Demo DPR Ricuh, Warganet Sulit Akses

Kekeringan Landa Meksiko, Pusat Data Microsoft-Amazon 'Haus' Air di Querétaro

GoTo Berduka: Driver Ojol Tewas Dilindas Barracuda Brimob Saat Demo

Gojek Konfirmasi Mitra Tewas Dilindas Rantis Brimob, Beri Santunan

5 Profesi Ini Mustahil Digantikan AI, Pekerjaan Anda Aman?

Microsoft Pecat 2 Pegawai Usai Nekat Duduki Kantor Presiden Brad Smith