
Jon Stewart mengkritik CBS atas pembatalan "The Late Show With Stephen Colbert" tahun 2026, menghubungkannya dengan merger Paramount Global dan potensi upaya menghindari kemarahan Donald Trump. CBS mengklaim alasan pembatalan murni finansial. Stewart juga mengecam penyelesaian gugatan Paramount dengan Trump senilai $16 juta, menyebutnya "memalukan." Pembatalan ini memicu dukungan untuk Colbert dari Jimmy Kimmel, Jimmy Fallon, Seth Meyers, dan John Oliver.
🎤 Kritik Jon Stewart
- Jon Stewart mengkritik CBS karena membatalkan "The Late Show With Stephen Colbert" pada tahun 2026.
- Stewart menuding keputusan itu terkait dengan merger Paramount Global dengan Skydance Media senilai $8 miliar.
- Ia mempertanyakan apakah CBS sengaja mengurangi risiko dengan menghilangkan konten yang berpotensi memicu kemarahan mantan Presiden Donald Trump.
- CBS menyatakan bahwa pembatalan acara tersebut murni karena alasan keuangan.
⚖️ Latar Belakang Kontroversi
- Pembatalan ini terjadi setelah Paramount Global menyelesaikan gugatan dengan Trump senilai $16 juta terkait wawancara "60 Minutes" dengan Kamala Harris.
- Penyelesaian gugatan tersebut menimbulkan spekulasi tentang upaya perusahaan untuk mendapatkan dukungan dari Federal Communications Commission (FCC) untuk merger.
- Stewart mengecam penyelesaian gugatan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang "memalukan".
🤝 Dukungan Industri
- Pembatalan acara Colbert memicu reaksi dari sesama pembawa acara larut malam.
- Jimmy Kimmel, Jimmy Fallon, Seth Meyers, dan John Oliver telah menyatakan dukungan mereka untuk Stephen Colbert.
- Dukungan ini menunjukkan solidaritas di antara para pembawa acara dalam menghadapi keputusan jaringan.
Apa kritik utama Jon Stewart terkait "The Late Show With Stephen Colbert"?
Jon Stewart mengkritik CBS karena membatalkan "The Late Show With Stephen Colbert" pada tahun 2026. Ia menuduh keputusan ini terkait dengan merger Paramount Global dengan Skydance Media senilai $8 miliar dan potensi upaya untuk menghindari kemarahan mantan Presiden Donald Trump. Stewart juga mempertanyakan apakah CBS sengaja mengurangi risiko dengan menghilangkan konten yang berpotensi memicu kemarahan Trump.
Kapan "The Late Show With Stephen Colbert" dijadwalkan untuk dibatalkan?
"The Late Show With Stephen Colbert" dijadwalkan untuk dibatalkan pada tahun 2026.
Apa alasan yang dituduhkan Jon Stewart di balik pembatalan acara tersebut?
Jon Stewart menuduh bahwa pembatalan acara tersebut terkait dengan dua hal utama:
- Merger Paramount Global dengan Skydance Media: Stewart mengaitkan keputusan ini dengan kesepakatan merger senilai $8 miliar antara Paramount Global dan Skydance Media.
- Menghindari kemarahan Donald Trump: Ia juga mempertanyakan apakah CBS sengaja mengurangi risiko dengan menghilangkan konten yang berpotensi memicu kemarahan mantan Presiden Donald Trump, terutama setelah penyelesaian gugatan sebelumnya.
Stewart secara implisit menyiratkan adanya motif politik atau bisnis yang lebih besar di balik keputusan yang diklaim CBS murni finansial.
Apa alasan resmi yang diberikan CBS untuk pembatalan "The Late Show With Stephen Colbert"?
CBS menyatakan bahwa pembatalan "The Late Show With Stephen Colbert" murni karena alasan keuangan. Pernyataan ini bertentangan dengan tuduhan Jon Stewart yang mengindikasikan adanya motif lain, seperti terkait merger atau politik.
Bagaimana pembatalan ini dikaitkan dengan merger Paramount Global dan Skydance Media?
Jon Stewart secara eksplisit mengaitkan pembatalan "The Late Show With Stephen Colbert" dengan merger Paramount Global dengan Skydance Media yang bernilai $8 miliar. Meskipun CBS menyatakan alasan finansial, Stewart menyiratkan bahwa keputusan ini mungkin merupakan bagian dari strategi yang lebih luas terkait dengan proses merger tersebut, mungkin untuk memuluskan jalan atau mengurangi potensi hambatan.
Apa hubungan antara pembatalan acara dan mantan Presiden Donald Trump?
Hubungan antara pembatalan acara dan Donald Trump adalah dugaan Jon Stewart bahwa CBS mungkin berusaha menghindari kemarahan Trump. Spekulasi ini muncul setelah Paramount Global menyelesaikan gugatan dengan Trump senilai $16 juta. Stewart mempertanyakan apakah pembatalan acara Colbert, yang dikenal dengan kritik politiknya, adalah upaya untuk mengurangi risiko atau mendapatkan dukungan dari Federal Communications Commission (FCC) untuk merger, terutama mengingat sensitivitas politik yang terkait dengan Trump.
Gugatan apa yang melibatkan Paramount Global dan Donald Trump sebelum pembatalan ini?
Sebelum pembatalan "The Late Show With Stephen Colbert", Paramount Global telah menyelesaikan gugatan dengan Donald Trump senilai $16 juta. Gugatan ini terkait dengan wawancara "60 Minutes" dengan Kamala Harris. Penyelesaian gugatan ini menimbulkan spekulasi bahwa perusahaan mungkin berusaha mendapatkan dukungan dari Federal Communications Commission (FCC) untuk merger mereka.
Bagaimana Jon Stewart menanggapi penyelesaian gugatan antara Paramount Global dan Donald Trump?
Jon Stewart mengecam penyelesaian gugatan senilai $16 juta antara Paramount Global dan Donald Trump. Ia secara terbuka menyebut penyelesaian tersebut sebagai tindakan yang "memalukan". Kritik ini menunjukkan ketidaksetujuan Stewart terhadap keputusan perusahaan untuk membayar sejumlah besar uang kepada Trump, yang ia lihat sebagai potensi upaya untuk menghindari masalah atau mendapatkan keuntungan dalam konteks merger.
Siapa saja tokoh lain yang menyatakan dukungan untuk Stephen Colbert?
Beberapa tokoh televisi dan komedian lain telah menyatakan dukungan mereka untuk Stephen Colbert di tengah kontroversi ini. Mereka termasuk:
- Jimmy Kimmel
- Jimmy Fallon
- Seth Meyers
- John Oliver
Dukungan dari rekan-rekan seprofesi ini menunjukkan solidaritas di kalangan pembawa acara larut malam dan mungkin menyoroti kekhawatiran yang lebih luas tentang independensi editorial di tengah tekanan korporat dan politik.
Masih Seputar hiburan
Billy Joel Merasa 'Baik' Meski NPH Belum Pulih, Tur Dibatalkan
sekitar 3 jam yang lalu

Aktor Malcolm-Jamal Warner Meninggal Dunia di Kosta Rika pada Usia 54 Tahun
sekitar 3 jam yang lalu

Drama Korea 'S Line' Tayang, Garis Merah Misterius Ungkap Riwayat Seksual dan Kekacauan
sekitar 7 jam yang lalu

Angga Sasongko Garap Film "Perang Jawa", Gandeng Sejarawan Peter Carey
sekitar 7 jam yang lalu

Aktor Malcolm-Jamal Warner "The Cosby Show" Meninggal Tenggelam di Kosta Rika Usia 54
sekitar 10 jam yang lalu

Spider-Man: Beyond the Spider-Verse Ditunda ke 25 Juni 2027, Sony Bidik Libur Musim Panas
sekitar 14 jam yang lalu

Tomorrowland Tetap Dibuka di Belgia Usai Panggung Utama Terbakar
sekitar 14 jam yang lalu

"Pelangi di Mars": Film Sci-Fi Indonesia Bawa Petualangan ke Mars 2090
1 hari yang lalu

Deretan Konser K-Pop dan Fanmeeting Ramaikan Indonesia Hingga Akhir 2025
1 hari yang lalu

Severance Pimpin Nominasi Emmy, Owen Cooper Nomine Termuda, RuPaul Pecahkan Rekor
1 hari yang lalu

Berita Terbaru

Nathan Tjoe-A-On Resmi ke Willem II, Kontrak Dua Tahun di Eerste Divisie

Imbang Lawan Malaysia, Indonesia U-23 Juara Grup A dan Lolos Semifinal ASEAN U-23 Cup 2025

BNPB Gelar Modifikasi Cuaca Tahap 3, Perkuat Penanganan Karhutla di Riau

Pemprov DKI Minta Perpustakaan Jalanan Blok M Pindah, Sebut Langgar Perda Ketertiban Umum

Pemerintah Luncurkan PIP 2025, Akses Cek Penerima Kini di pip.dikdasmen.go.id
Trending

Prabowo Resmikan 80.081 Kopdes Merah Putih, Targetkan Penguatan Ekonomi Desa dan Pangkas Rantai Pasok

Prabowo Resmikan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Pangkas Rantai Pasok dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Pacquiao Imbang Lawan Barrios di Usia 46, Gelar Welter WBC Bertahan, Rematch Mengemuka

Transmart Full Day Sale 20 Juli: Diskon Hingga 50%+20% untuk Elektronik dan Kebutuhan Rumah Tangga

Timnas Indonesia U-23 Lolos Semifinal Piala AFF U-23 2025, Malaysia Tersingkir
Berita terkini dan terbaru setiap hari. Update nasional, internasional, dan trending, cepat serta terpercaya untuk kebutuhan informasi Anda.
Now Hiring: Exceptional Talent Wanted!
Join our startup and help shape the future of AI Industry in Indonesia.