www.cnbcindonesia.com

Aplikasi pesan Max buatan pemerintah Rusia berpotensi menjadi petaka bagi privasi pengguna. Analis mengungkapkan bahwa semua data yang dikirimkan melalui Max akan tersimpan di server pemerintah dan aplikasi ini tidak memiliki perlindungan enkripsi seperti WhatsApp. Para ahli menyarankan untuk tidak menggunakan platform ini karena kemampuan pelacakan berlebihan dan potensi pengawasan real-time oleh badan intelijen, meskipun sudah memiliki 18 juta pengguna sejak diluncurkan Maret 2025.
Masih Seputar teknologi

Polisi Pastikan Video Viral Rusuh di Mal Kelapa Gading-MOI Hoax

Google Translate Kini Bisa Buat Belajar Bahasa Asing, Saingi Duolingo?

Demo Ricuh di Surabaya Hari Ini, Jalan Ditutup! Pantau CCTV Live

Grab Janji Perlindungan Penuh, Dampingi Keluarga Driver Korban Insiden Maut

Anak Trump & Winklevoss Bersatu, American Bitcoin Siap IPO Besar

GoTo Beri Santunan & Beasiswa Keluarga Driver Gojek Korban Rantis Brimob

Demo Jakarta Memanas, Netizen Ingatkan Bahaya Provokasi & Kerusuhan 98

Inggris Diam-diam Desak Apple Bongkar iCloud, Ancam Privasi Pengguna

AAI Desak Pengadilan Tolak Banding Apple, Sebut Upaya Akal-akalan

Seruan 'Jangan Lindas Kami Lagi, Pak' Menggema Usai Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob